Department of Accounting
Commitment is our tradition

Momen Kajian Dzuhur Ramadhan 1446 H / 2025 M: Dosen Departemen Akuntansi Turut Berkontribusi!!!

Sebagai bagian dari program rutin selama bulan Ramadhan, Kajian Dzuhur Ramadhan 1446 H / 2025 M yang diselenggarakan oleh Surau Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNP berlangsung dari 3 Maret hingga 21 Maret 2025 melalui Zoom Meeting setiap Senin hingga Jumat pada jam 13.00–13.45 WIB. Acara ini dibuka oleh Ketua Surau FEB, Bapak Henri Andi Mesta, S.E., M.M., dan melibatkan dosen Departemen Akuntansi sebagai moderator ataupun pembaca ayat Al Qur’an.

Kajian pertama pada Senin, 3 Maret 2025 mengangkat tema Istighfar yang disampaikan oleh Dekan FEB, Prof. Perengki Susanto, Ph.D. Dosen Departemen Akuntansi yang terlibat adalah Ibu Dian Indah Hayati, S.E., M.Acc. sebagai moderator dan Bapak Maizul Rahmizal, S.E., M.Si. sebagai pembaca ayat suci Al-Qur’an. Beliau mengingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan pengampunan dosa, sehingga umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak istighfar, mengendalikan hawa nafsu, serta meningkatkan doa karena Ramadhan adalah waktu mustajab untuk dikabulkannya doa. Selain itu, Prof. Perengki juga menegaskan bahwa istighfar bukan hanya sekadar ucapan di lisan, tetapi harus datang dari hati yang tulus dan diiringi dengan upaya memperbaiki diri. Dengan memperbanyak istighfar, seorang Muslim akan lebih mudah mengendalikan hawa nafsunya dan menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri dan kedekatan dengan Allah SWT.

Pada Selasa, 4 Maret 2025, tema yang dibahas adalah Hakikat Bersyukur oleh Prof. Syamsul Amar B., M.S. Dosen Departemen Akuntansi yang terlibat adalah Bapak Ridha Azka Raga, S.E., M.Ak. sebagai pembaca ayat suci Al-Qur’an dan Ibu Dr. Mia Ayu Gusti, S.E., M.M. sebagai moderator. Beliau menekankan bahwa setiap nikmat berasal dari Allah dan manusia diajarkan untuk bersyukur melalui hati (mengakui nikmat), lisan (mengucapkan terima kasih), dan tindakan nyata. Bersyukur bukan sekadar ucapan, tetapi juga diwujudkan dengan berbagi kebaikan, memanfaatkan ilmu, serta menjalankan perintah-Nya. Dalam kajiannya, beliau juga menjelaskan bahwa bersyukur adalah kunci kebahagiaan hidup, karena dengan bersyukur, seseorang tidak akan mudah mengeluh atas apa yang belum ia miliki, melainkan lebih fokus pada berkah yang telah diberikan Allah SWT. Prof. Syamsul juga mengingatkan bahwa Allah telah menjanjikan dalam QS. Ibrahim ayat 7 bahwa siapa yang bersyukur, Allah akan menambah nikmatnya, tetapi siapa yang kufur, akan mendapatkan azab yang pedih.

Pada Kamis, 6 Maret 2025, kajian bertema Keutamaan Sedekah disampaikan oleh Bapak Abror, S.E., M.E., Ph.D. Dosen Departemen Akuntansi yang terlibat adalah Bapak Ahmad Rahbani Sulaiman, S., M.Ak. sebagai pembaca ayat suci Al-Qur’an dan Ibu Rusy Dina, S.E., M.E. sebagai moderator. Beliau menjelaskan bahwa bersedekah di bulan Ramadhan membawa keberkahan berlipat ganda, baik dalam bentuk harta, tenaga, maupun kebaikan sederhana seperti tersenyum. Allah menjanjikan balasan berlipat bagi orang yang bersedekah, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadits Rasulullah SAW. Dalam kajian ini, Bapak Abror menyoroti bahwa sedekah bukan hanya dalam bentuk materi, tetapi juga dalam bentuk kebaikan lain seperti membantu orang lain, memberikan ilmu yang bermanfaat, atau sekadar memberikan senyum yang tulus. Selain itu, sedekah juga memiliki banyak manfaat, di antaranya membersihkan harta, menolak bala, serta mempererat hubungan sosial antar sesama. Oleh karena itu, beliau mengajak seluruh peserta untuk menjadikan sedekah sebagai kebiasaan, terutama di bulan penuh berkah ini.

Pada Jumat, 7 Maret 2025, tema Wanita Karir dalam Pandangan Islam dikupas oleh Dr. Rosyeni Rasyid, S.E., M.E. Dosen Departemen Akuntansi yang terlibat adalah Ibu Intan Nurbaiti Fawziah, S.E., M.Ak. sebagai moderator dan Ibu Maya Asria, M.M. sebagai pembaca ayat suci Al-Qur’an. Beliau menjelaskan bahwa Islam tidak melarang wanita bekerja, selama tidak mengabaikan tanggung jawab utama dalam rumah tangga. Wanita yang bekerja dengan niat baik dan tetap menjaga adab mendapatkan dua pahala, yaitu silaturahim dan sedekah, seperti yang dicontohkan dalam sejarah Islam oleh Khadijah dan Aisyah. Dalam kajiannya, Dr. Rosyeni juga menjelaskan bahwa Islam memberikan kebebasan bagi wanita untuk berkarya dan berkontribusi di berbagai bidang, namun tetap dalam koridor syariat.

Pada Kamis, 13 Maret 2025, kajian bertema Raih Syafaat Rasulullah dengan Meneladani Sunnahnya disampaikan oleh Bapak Irda Yusra, S.E., M.Si. Dosen Departemen Akuntansi yang terlibat adalah Bapak Dr. Rino Dwi Putra, S.E., M.Si. sebagai moderator dan Ibu Honesty Sinurat, S.M., M.M. sebagai pembaca ayat suci Al-Qur’an. Beliau mengingatkan bahwa syafaat Rasulullah hanya diberikan kepada mereka yang mencintainya dengan tulus dan mengamalkan sunnahnya. Sunnah sederhana seperti berdoa sebelum bekerja, mengucapkan salam, dan menahan amarah dapat mendekatkan kita pada syafaat Rasulullah di hari akhir. Dalam kajian ini, beliau juga menegaskan bahwa mencintai Rasulullah tidak cukup hanya dengan mengucapkannya di lisan, tetapi harus diiringi dengan meneladani sunnahnya dalam kehidupan sehari-hari.

Kajian Dzuhur Ramadhan ini tidak hanya memperkuat pemahaman agama, tetapi juga meningkatkan semangat keislaman di lingkungan akademik FEB UNP. Dengan adanya kegiataan ini diharapkan dapat membawa manfaat dan mempererat ukhuwah di bulan penuh berkah ini serta kegiatan ini rutin diselenggarakan di setiap tahunnya.

Scroll to Top